ADAPTASI TEKNOLOGI DI RUMAH ADAT SUMBA

Ririk Winandari

Abstract


Pulau sumba memiliki beberapa kampung adat yang masih dan akan terus dipertahankan di masa depan. Masing-masing kampung adat memiliki karakter arsitektur khas, sebuah representasi arsitektur megalitik di bagian Timur nusantara, yang tidak dapat dijumpai di tempat lain. Kekhasan tersebut merupakan bentukan fisik sebuah proses panjang kegiatan dan budaya masyarakat setempat yang juga dipengaruhi oleh faktor ekonomi, bahkan politik penguasa. Keinginan untuk mempertahankan kekhasan inilah yang menjadi kekuatan utama konservasi rumah adat Sumba.

Pada dasarnya, konservasi merupakan upaya yang dilakukan untuk melestarikan bangunan, mengefisienkan penggunaan serta mengatur arah perkembangan di masa mendatang. Di masa kini, upaya tersebut harus didukung oleh perkembangan teknologi. Tanpa dukungan teknologi, bisa dibayangkan ratusan kayu yang harus ditebang, ratusan kubik batu cadas tepian pantai yang harus dipindahkan, dan ratusan alang-alang yang harus ditanam. Dengan kata lain, penggunaan teknologi serta alternatif material sangat diperlukan untuk mempermudah pelestarian bangunan dan lingkungan. Tentunya, penggunaan teknologi tersebut harus berada dalam koridor pelestarian bangunan dan lingkungan. Paper ini akan memaparkan mengenai bantuan teknologi dalam proses kesinambungan budaya dan fisik bangunan rumah adat Sumba.

 


Keywords


Konservasi, Rumah adat Sumba, Teknologi

Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



ARCHITECTURE DEPARTMENT

Faculty of Engineering- University of Merdeka Malang

Image result for address icon Jalan Puncak Jaya no. 36, Malang, 65146, East Java

Image result for address blue icon mintakat.arsitektur@unmer.ac.id

Image result for address blue icon For further information, please contact Principal or Technical Support


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.