Komitmen pemerintah daerah dalam pengembangan ekowisata di Kabupaten Sidoarjo

Isnaini Rodiyah, Isna Fitria Agustina

Abstract


Tujuan penelitian ini untuk mendiskripsikan komitmen pemerintah daerah dalam mengembangkan ekowisata. Pendekatan penelitian mengunakan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data diperoleh dari observasi, wawancara dan dokumentasi. Penentuan informan menggunakan purposive sampling. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles & Huberman. Hasil penelitian menunjukkan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo (PKS) memiliki komitmen pengembangan ekowisata dalam tiga dimensi. Dimensi pertama affective commimtment menunjukkan kemauan kuat PKS serta konsisten meyakini nilai-nilai alami isu lingkungan dengan membuat lahan konservasi dan pembinaan masyarakat tentang manfaat mangrove. Kedua, normative commitment PKS konsisten bertindak dalam bentuk menanam 200.000 bibit tanaman mangrove per tahun meskipun kurang maintenance di kawasan Tlocor yang diklaim sebagai destinasi wisata mangrove sehingga menjadi kumuh dan kotor berakibat sepi pengunjung. Ketiga, continuance commitment PKS menjaga keberlangsungan pengembangan ekowisata dengan selalu berkoordinasi antar institusi dalam mewujudkan ekowisata sekalipun belum mampu mendongkrak pengembangan ekowisata. Kesimpulan: PKS melalui instansi terkait berusaha menunjukkan komitmen dalam pengembangan ekowisata namun belum optimal karena keterbatasan sumber daya. Untuk itu dibutuhkan kerjasama sinergis secara kolaboratif melibatkan stakeholders yakni Pemerintah Daerah, pihak swasta (khususnya pengembang wisata) dan masyarakat dalam mengembangkan kawasan ekowisata menggunakan menejemen strategis sehingga dapat mencapai hasil sesuai dengan rencana.

Keywords


Komitmen; Pemerintah Daerah; Ekowisata

References


Abidin. (2012). Sidoarjo Siapkan Lahan Konversi Mangrove. Diakses Juli 29, 2017, dari http://kabarsidoarjo.com/2012/05/06/sidoarjo-siapkan-lahan-konversi-mangrove/

Allan, N. J. & Meyer, J. P. (1990). Measurement of Antecendents of Affective, Continuance and Normative Commitment to Organizational. Journal of Occupational Psychology, 63:1-8.

Alfian, R. (2016). Destinasi Wisata Hutan Mangrove Tlocor Sidoarjo Cocok untuk Memancing. Diakses Juli 28, 2017, dari https://www.bangsaonline.com/berita/26781/destinasi-wisata-hutan-mangrove-tlocor-sidoarjo-cocok-untuk-memancing.

Almira, A. (2017). Hutan Mangrove Bisa Diperdayakan Jadi Obyek Wisata. Diakses 13 Agustus 2017 dari https://www.agata.id/hutan-mangrove-bisa-diberdayakan-jadi-objek-wisata-16641/

BPS Jatim. (2016). Statistik Pariwisata Provinsi Jawa Timur 2016. Surabaya: BPS Provinsi Jawa Timur.

Fauziah, N. (2016). Pulau Sarinah, Tempat Wisata Yang Terkepung Lumpur Sidoarjo. Diakses September 28, 2017 dari https://sportourism.id/tourism/pulau-sarinah-tempat-wisata-yang-terkepungan-lumpur-sidoarjo.

Hastareksa. (2015). Hutan Mangrove Sidoarjo Makin Kritis. Diakses Juli 28, 2017, dari http://surabayaonline.co/2015/11/20/hutan-mangrove-sidoarjo-makin-kritis/

Hidayah, Z. & Wiyanto, D. W. (2013). Analisa Temporal Perubahan Luas Hutan Mangrove di Kabupaten Sidoarjo Dengan Memanfaatkan Data Citra Satelit. Jurnal Bumi Lestari, Volume 13 (2): 318 – 333.

Humaira, D. A. (2016). Wisata Hutan Bakau di Sidoarjo Kurang Berkembang. Diakses Juli 28, 2017, dari http://www.kompasiana.com/denishaltha/wisata-hutan-bakau-di-sidoarjo-kurang-berkembang_56bd963bc222bd9a068ca670

Jawapos. (2016). Wisata Bahari Tlocor Tidak Terawat. Diakses 25 Agustus 2017 dari https://www.pressreader.com/indonesia/jawa-pos/20160307/282621736808703.

Kominfo.(2017). Pemprov Target Transaksi MTF 2017 Capai Rp 56 Miliar. Diakses Juli 28, 2017, dari http://kominfo.jatimprov.go.id/read/umum/pemprov-target-transaksi-mtf-2017-capai-rp-56-miliar

Metronews. (2017). Diakses Juli 29, 2017, dari https://babe.news/read/13603751/bppd-mulai-promosikan-potensi-wisata-pulau-lumpur-sidoarjo/

Miftakhudin, A. (2014). Jaga Kelestarian, Dinas Kelautan Sidoarjo Sisir Hutan Mangrove. Diakses Juli 28, 2017 http://surabaya.tribunnews.com/2014/04/21/jaga-kelestarian-dinas-kelautan-sidoarjo-sisir-hutan-mangrove

Parwati, Putu. (2017). Rapat Koordinasi Pengembangan Pulau Lusi Sidoarjo. Diakses tanggal 24 Agustus 2017 dari http://www.bpol.litbang.kkp.go.id/25-berita-terkini/234-rapat-koordinasi-pengembangan-pulau-lusi-sidoarjo.

Rochmaniah, A.(2015). Model Ekowisata Bahari Berbasis Pemberdayaan Masyarakat Untuk Peningkatan Ekonomi Lokal (PEL) Di Kawasan Strategis Pesisir Kabupaten Sidoarjo. Laporan Akhir Penelitian Hibah Bersaing, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo.

Rouf, A. (2016). Lumpur Lapindo Ikon Baru Sidoarjo. Diakses Juli 28, 2017 dari http://koran-sindo.com/page/news/2016-10-07/6/126

Sukmana, H. (2016). Menggagas Pengembangan Potensi Wisata di Kabupaten Sidoarjo. Diakses 24 Agustus 2017 dari http://www.visioner.id/opini/10277/menggagas-pengembangan-potensi-wisata-di-kabupaten-sidoarjo.html

Sumedi, D. (2013). Wisata Pulau Lumpur Lapindo Sepi Peminat. Diakses September 28, 2017, dari https://nasional.tempo.co/read/508032/wisata-pulau-lumpur-lapindo-sepi-peminat

Widianto, E. (2010). Penjarahan Hutan Mangrove Sidoarjo Terus Meningkat. Diakses Juli 28, 2017, dari https://m.tempo.co/read/news/2010/06/16/180255893/penjarahan-hutan-mangrove-sidoarjo-terus-meningkat.

Widianto, E. (2011). Kerusakan Hutan Mangrove Timbulkan Banjir Rob. Diakses Juli 28, 2017 dari https://m.tempo.co/read/news/2011/03/13/180319684/kerusakan-hutan-mangrove-timbulkan-banjir-rob.


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Lisensi Creative Commons

Copyright of Publisia: Jurnal Ilmu Administrasi Publik ISSN 2541-2 515 (print), ISSN 2 541-2035 (online). Publisia: Jurnal Ilmu Administrasi Publik) is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 license

Publisia Stats