PROGRAM KEMITRAAN BAGI KELOMPOK GURU DAN SISWA SEKOLAH DASAR INKLUSI DIMIT AR-ROIHAN LAWANG DAN SDN 5 BEDALI LAWANG MALANG

Amin Zakaria, Heny Nurmayunita, Riki Ristanto

Abstract


Guru selaku pengganti orang tua siswa bertanggungjawab terhadap kebutuhan anak didiknya disekolah, sekaligus menjamin keselamatan peserta didik ketika berada disekolah. Para guru harus menyadari karakteristik fisik, emosi, perilaku masing – masing siswa yang dapat menimbulkan kondisi kegawatdaruratan serta waspada terhadap faktor-faktor lingkungan yang mengancam keamanan anak (Soetjiningsih, 2008).  Kedua mitra menyelenggarakan sekolah inklusi yang tentunya memiliki resiko lebih tinggi terjadi masalah kesehatan dibanding sekolah biasa. Pelaksanaan pembelajaran inklusi, sekolah harus menyediakan sistem layanan pendidikan yang disesuaikan dengan kebutuhan ATBK dan ABK melalui adaptasi kurikulum, pembelajaran, penilaian, dan sarana prasarananya (pelayanan UKS). UKS yang ada pada kedua mitra belum memadai, baik aspek SDM, sarana prasarana, program dan kegiatannya. Para guru belum sepenuhnya memiliki pengetahuan, kemauan, serta ketrampilan yang cukup jika sewaktu-waktu terjadi cedera dan kondisi kegawatdaruratan disekolah. Belum ada fasilitas untuk menjadi sumber belajar secara berkelanjutan bagi pengelola UKS dalam mengembangkan kemampuan untuk mengelola UKS berbasis inklusi, dan pertolongan pertama cedera dan kondisi kegawatdaruratan siswa disekolah. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan, kemauan dan ketrampilan mitra tentang managemen dan pengelolaan UKS berbasis inklusi, penanganan pertama pada cedera dan kegawatdaruratan di kedua mitra.  Metode yang digunakan pelatihan,  pendampingan, pengadaan obat – obatan  dan peralatan UKS bagi kedua mitra. Hasil yang dicapai terjadinya peningkatan pengetahuan melalui kegiatan pre-post test, peran serta seluruh peserta dan panitia 100 % kehadirannya,  pembuatan modul dan poster tentang protap sistem pelayanan UKS, protap pertolongan pertama pada cedera, dan kegawatdaruratan disekolah. Publikasi jurnal online nasional, media cetak jawa poas koran radar malang terbit pada tanggal 3 Mei 2018 hal. 12, dan memambahan jenis dan jumlah sarana prasarana UKS dan Tim Tanggap Darurat atau dokter kecil.


Keywords


Sekolah Dasar, Inklusi, UKS, Penangan Cedera, dan Kegawatdaruratan.

References


Aken, C.V., Junger M., Verhoeven, M., Aken, G.V., Dekovic, M. Externalizing Behaviors And Minor Unintentional Injuries In Toddlers. Journal of Pediatric Psychology, 2007;32(2):230-244

Atak, N., Karaoğlu, L., Korkmaz, Y., Usubütün, S. A Household Survey: Unintentional Injury Frequency And Related Factors Among Children Under Five Years In Malatya. The Turkish Journal of Pediatrics, 2010;52:285-293

Kuschithawati, S., Magetsari, R., Nawi. Faktor Risiko Terjadinya Cedera Pada Anak Usia Sekolah Dasar. Jurnal Berita Kedokteran Masyarakat, 2007;23(3):131-141.

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No.70 Tahun 2009 Tentang Pendidikan Inklusif

Soetjiningsih. (2008). Pertumbuhan dan Perkembangan Anak. EGC: Jakarta. Supartini, Yupi. (2010). Ilmu Keperawatan Anak. EGC: Jakarta.


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.