EKSPRESI KERUANGAN BUDAYA LOKAL: Tinjauan Diakronik Spasial Permukiman Desa Adat Kesiman, Denpasar Bali

I Komang Gede Santhyasa

Abstract


Perencanaan ruang pada lingkungan masyarakat tradisional lebih didasarkan pada sistem pengetahuan lokal tentang perencanaan yang terdiri atas sistem nilai dan konsep lokal, serta kepercayaan dan pengetahuan budaya setempat. Banyak sistem pengetahuan lokal tentang perencanaan tata ruang yang memiliki peranan dalam usaha menjaga kontinuitas dimensi kultural yang seringkali diabaikan oleh perencanaan. Khususnya dalam kasus Bali, secara etnis-kultural yang cenderung homogen, usaha untuk menjaga kelestarian budaya inti tersebut merupakan konsepsi yang mendasar bagi masyarakat Bali dan merupakan landasan dasar sebagai sistem perencanaan ruang. Permukiman Desa Adat Kesiman sebagai studi kasus digunakan untuk mengeksplorasi perkembangan pola spasialnya ditinjau dari perspektif diakronik spasial. Tulisan ini menggambarkan secara ringkas bahwa perkembangan pola spasial ini ditujukan untuk lebih memahami landasan yang dijadikan dasar dalam usaha-usaha penciptaan ekspresi keruangan budaya lokal dan dijadikan referensi dalam perencanaan ruang pada lingkungan tradisional yang dibangkitkan oleh konteks budayanya.

Keywords


tradisional, kultural, spasial, diakronik

Full Text: pdf

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Indexing by

width="150" crossref
width=150;



Index Copernicus International (ICI)

In collaboration with

Image result for iplbi



Local Wisdom Scientific Online Journal (LWSOJ)

Center for Local Wisdom Studies of University of Merdeka Malang
(Pusat Studi Kearifan Lokal Universitas Merdeka Malang)
Department of Architecture

Mailing Address:

Address: Jl. Puncak Jaya No. 36, Malang, Indonesia, 65146
Email: lwsoj17@gmail.com

Creative Commons License