Kajian Konsep Cagar Budaya Batu Penggilingan sebagai Daya Tarik Wisata Warisan Budaya Betawi

(Studi Kasus: RW07 dan RW10 Kawasan Perkampungan Industri Kecil Penggilingan Cakung, Jakarta Timur)

Authors

  • Sri Prasetya Widodo Magister Arsitektur, Universitas Kristen Indonesia
  • Uras Siahaan Magister Arsitektur, Universitas Kristen Indonesia
  • M Maria Sudarwani Magister Arsitektur, Universitas Kristen Indonesia

Keywords:

Cagar Budaya Batu Penggilingan, Kampung Wisata, Warisan Budaya Betawi

Abstract

Kelurahan Penggilingan merupakan salah satu kawasan yang memiliki populasi tertinggi urutan ke 3 (tiga) se DKI Jakarta warga di daerah tersebut mencapai 104.514 jiwa, dengan besaran wilayah di kelurahan Penggilingan seluas 448, 45 Ha. Pada abad ke-18 kampung Bulak kala itu adalah penghasil gula yang menjadi salah satu komoditas penting di perdagangan dunia. Akhirnya, VOC membuat aturan mengenai gula di Batavia hanya boleh dijual melalui VOC. Masyarakat Betawi di Penggilingan lebih bisa melestarikan wisata penghayatan namun kurang bisa melestarikan warisan rumah adat Betawi. Tujuan penelitian ini: 1) Memperkenalkan Batu Penggilingan yang merupakan sebuah situs sejarah yang berlokasi di kawasan yang dikelola oleh UPK PIK yang khususnya di Jalan Kali Buaran; 2) Kawasan Kampung Betawi bisa mengangkat kembali sebuah kawasan wisata berbelanja di Perkampungan Industri Kecil; dan 3) Mengelola sebuah kawasan Industri dengan cara menambah kampung wisata Betawi sebagai salah satu daya tarik  kawasan Perkampungan Industri Kecil. Peneliti menggunakan metode kualitatif dengan cara penggambilan data berdasarkan observasi lapangan, studi literature, wawancara dengan budayawan Betawi dan tokoh masyarakat sekitar lokasi. Penelitian menghasilkan pemikiran atau gagasan sebagai bahan usulan penambahan rencana lokasi tempat wisata di wilayah UPK PIK RW.10 kelurahan Penggilingan Cakung Jakarta Timur. Dalam perencanaan sudah mulai di bangun dan diperbaiki untuk terciptanya kampung budaya Betawi, diantaranya yang sudah diperbaiki adalah : a). Trotoar sepanjang 1.2 kilo meter; b). Sebagian pedestrian di sisi bawah trotoar; c). Pintu air; d). Balai warga; e). Balai interaksi warga. Dengan semua perbaikan tersebut membuat sepanjang jalan kali Buaran menjadi rapih dan tertata.

Kata kunci: Cagar Budaya Batu Penggilingan, Kampung Wisata, Warisan Budaya Betawi

 

The Pengilingan sub-district is one of the areas that has the third highest population in DKI Jakarta, with 104,514 residents in the area, with an area of 448.45 hectares in the Pengilingan sub-district. In the 18th century, Bulak village was a sugar producer, which was an important commodity in world trade. Finally, the VOC made a rule that sugar in Batavia could only be sold through the VOC. The Betawi community in Pilingan is better able to preserve immersive tourism but less able to preserve Betawi traditional heritage. The objectives of this research: 1) To introduce Batu Pengilingan which is a historical site located in the area managed by UPK PIK, especially on Jalan Kali Buaran; 2) The Betawi Village area can revive the shopping tourism area in the Small Industry Village; and 3) Managing an Industrial area by adding a Betawi tourist village as one of the attractions of the Small Industrial Village area. Researchers used qualitative methods by collecting data based on field observations, literature studies, interviews with Betawi cultural figures and community leaders around the location. The research produces thoughts or ideas as material for suggestions for additional location plans for tourist attractions in the UPK PIK RW.10 area, Pgigilan Cakung sub-district, East Jakarta. In planning, construction and repairs have begun to be carried out to create a Betawi cultural village, some of which have been repaired are: a). 1.2 kilometer long sidewalk; B). Some pedestrians on the underside of the sidewalk; C). air door; D). community hall; e). Citizen interaction hall. With all these improvements, the Buaran river road has become neat and orderly.

Keywords: Grinding Stone Cultural Heritage, Tourist Village, Betawi Cultural Heritage.

Downloads

Download data is not yet available.

References

1. Admin. (2020, August 25). Sejarah Kelurahan Penggilingan terkait dengan pembantaian 10.000 etnis Cina di Batavia oleh VOC. Reporter.id. https://reporter.id/2020/08/25/sejarah-kelurahan-penggilingan-terkait-dengan-pembantaian-10-000-etnis-cina-di-batavia-oleh-voc/

2. Admin. (2021, March 4). Penggilingan RW 07 Cakung hampir final jadi lingkungan situs sejarah. Reporter.id. https://reporter.id/2021/03/04/penggilingan-rw-07-cakung-hampir-final-jadi-lingkungan-situs-sejarah/

3. Admin SMP. (2023). Melihat lebih dekat budaya Betawi lewat Museum Betawi Setu Babakan. DitSMP Kemdikbud. https://ditsmp.kemdikbud.go.id/melihat-lebih-dekat-budaya-betawi-lewat-museum-betawi-setu-babakan/

4. Aisyah Sekar Ayu Maharani, & Alexander, H. B. (2022, September 22). 6 batu penggilingan di Jaktim jadi benda cagar budaya, simpan sejarah industri gula tradisional. Kompas Properti. https://www.kompas.com/properti/read/2022/09/22/053000021/6-batu-penggilingan-di-jaktim-jadi-benda-cagar-budaya-simpan-sejarah

5. Ali, A., Rukayah, S., Sardjono, A. B., & Juwono, S. (2022). Architecture on the Imah Panggung and Babaritan tradition as a space spirit in Kampung Kranggan Bekasi, Indonesia. 4(2), 97–105.

6. Ba’diah, M. (2016). Taman Bungkul tahun 2007–2015. Avatara, E-Journal Pendidikan Sejarah, 4(2), 453–467.

7. Desa Wisata Tinalah. (2021). Memahami kembali konsep desa wisata – jangan salah kaprah. Desa Wisata Tinalah. https://desawisataternionline.com

8. Fahmi, A., Suyasa, I. M., & Agusman, A. (2023, November 10). Analisis potensi dan pengembangan Kampung Sasak Ende sebagai daya tarik wisata budaya di Desa Sengkol Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah. Journal of Responsible Tourism, 3(2), 813–824. https://doi.org/10.47492/jrt.v3i2.2860

9. Febrianti, D., Suganda, D., & Tahir, R. (2020). Pengembangan perkampungan budaya Betawi Setu Babakan sebagai kawasan wisata budaya di Jakarta. E-Journal Binawakya, 15(3), 4109–4120.

10. Hidayat, F. (2016, March 2). Soal kemampuan berbahasa Inggris, Indonesia dinilai masih tertinggal. BeritaSatu. http://www.beritasatu.com/pendidikan/403858

11. Husaini, M. A. (2015). Taman kota di Surabaya sebagai urban parks. Jurnal Atrium, 1(1), 11–18.

12. Husin, H. (2016). Ujung senja pabrik-pabrik gula di Batavia awal abad ke-18. Sosio-E-Kons, 8(2), 139–147.

13. Hutasoit, L. (2021). Damkar DKI evakuasi batu bersejarah, diduga berasal dari abad ke-17. IDN Times. https://www.idntimes.com/news/indonesia/lia-hutasoit-1/damkar-dki-evakuasi-batu-bersejarah-diduga-berasal-dari-abad-ke17

14. Hutasoit, L. (2021). DKI temukan objek sejarah abad 18, saksi bisu Kampung Penggilingan. IDN Times. https://www.idntimes.com/news/indonesia/lia-hutasoit-1/dki-temukan-objek-sejarah-abad-18-saksi-bisu-kampung-penggilingan?page=all

15. Inskeep, E. (1991). Tourism planning: An integrated and sustainable development approach. New York: Van Nostrand Reinhold.

16. Juwono, S., & Wardiningsih, S. (2016). Mempertahankan keberadaan kampung di tengah-tengah kawasan modern Jakarta. Jurnal Arsitektur Nalars, 15(1), 73–80.

17. Knorr, J. (2014). Creole identity in postcolonial Indonesia (Integration and Conflict Studies, Vol. 9). Berghahn Books. https://doi.org/10.2307/j.ctv9hvtr6

18. Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan. (2021, July 27). Menyiapkan desa wisata di masa pandemi. https://www.kemenkopmk.go.id

19. Mustika, A. (2008). Adopsi budaya pada arsitektur Betawi. Dalam P. Salura (Ed.), The colours of culture in architecture (hlm. xx–xx). Bandung: PT Cipta Sastra Salura.

20. Nugraha, F. A. (2023). Lebih mengenal budaya Betawi di Kampung Betawi Setu Babakan. Antara News. https://www.antaranews.com/berita/3503913/lebih-mengenal-budaya-betawi-di-kampung-betawi-setu-babakan

21. Nuryanti, W. (1993). Concept, perspective and challenges (Makalah konferensi). Laporan Konferensi Internasional mengenai Pariwisata Budaya, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta, 2–3.

22. Prinajati, P. D., & Rahmawati, W. P. R. (2019). Pengelolaan perkampungan budaya Betawi Setu Babakan sebagai strategi daya dukung lingkungan. Jurnal Seoi – Fakultas Teknik Universitas Sahid Jakarta, 1(1), 16–26.

23. Putra, P. P. (2019). Silat Cha-Kung sebagai tradisi lisan masyarakat Cakung: Tinjauan terhadap pewarisan (Skripsi). Universitas Negeri Jakarta.

24. Ramadhian, N. (2021, March 8). Kemendes PDTT: Hampir seribuan desa wisata ikut pelatihan virtual tour (A. W. Prasetya, Ed.). Kompas.com. https://www.kompas.com

25. Republika Online. (2021, July 13). Membangkitkan desa wisata di tengah pandemi Covid. https://www.republika.co.id

26. Sasongko, R. D., & Jumardi. (2021). Setu Babakan: Betawi village in terms of history. Santhet: Jurnal Sejarah Pendidikan dan Humaniora, 5(2), 161–164.

27. The Jakarta Post. (2011, November 7). Debunking the “native Jakartan myth.” The Jakarta Post. https://www.thejakartapost.com

28. Universitas Indonesia. (n.d.). Profil kesenian Tanjidor. Langgam Budaya UI. http://langgambudaya.ui.ac.id

29. United Nations Development Programme (UNDP), & World Tourism Organization (WTO). (1981). Tourism development plan for Nusa Tenggara, Indonesia (hlm. 69). Madrid: World Tourism Organization.

30. Wicaksono, A. (2022, December 12). Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan: Lokasi dan atraksi wisata. CNN Indonesia. https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20221212141238-275-886332/perkampungan-budaya-betawi-setu-babakan-lokasi-dan-atraksi-wisata

Downloads

Published

2025-09-30

How to Cite

Widodo, S. P., Siahaan, U., & Sudarwani, M. M. (2025). Kajian Konsep Cagar Budaya Batu Penggilingan sebagai Daya Tarik Wisata Warisan Budaya Betawi: (Studi Kasus: RW07 dan RW10 Kawasan Perkampungan Industri Kecil Penggilingan Cakung, Jakarta Timur). Mintakat: Jurnal Arsitektur, 26(2), 1–16. Retrieved from https://jurnal.unmer.ac.id/index.php/jam/article/view/14831