Penjadwalan Produksi Menggunakan Algoritma Tabu Search dan Algoritma Campbell Dudek Smith di Konveksi X

Authors

DOI:

https://doi.org/10.26905/jiv.v7i2.15893

Keywords:

Production, Scheduling, Makespan, Tabu Search Algorithm, Campbell Dudek Smith Algorithm, Production Efficiency

Abstract

The garment industry in Indonesia is experiencing rapid growth due to increasing demand, including at Konveksi X in Bandung. However, Konveksi X faces challenges with long production completion times (makespan), which have led to decreased demand and revenue between October and March. This study employs a descriptive quantitative approach by applying the Tabu Search and Campbell-Dudek-Smith (CDS) algorithms to minimize makespan and improve production efficiency. Konveksi X utilizes four main machines: fabric cutting, screen printing/embroidery, sewing, and steam ironing. The initial makespan, using the First Come First Serve (FCFS) method with job order ABCD, was 17 days. The Tabu Search algorithm was applied through job swapping and the creation of a tabu list, while CDS used the Johnson’s Rule approach by comparing processing times over three iterations. Both algorithms successfully reduced the makespan to 16 days with the best job order ABDC. This resulted in an Efficiency Index of 1.06 and a Relative Error of 6.3%. This one-day reduction reflects increased production efficiency due to stable production structure and balanced job durations. Therefore, Tabu Search and CDS are recommended as more efficient scheduling alternatives compared to FCFS, especially for flow shop production systems that demand high efficiency.

 

Industri garmen di Indonesia mengalami pertumbuhan pesat seiring meningkatnya permintaan, termasuk Konveksi X di Kota Bandung. Namun, Konveksi X menghadapi masalah dalam waktu penyelesaian produksi (makespan) yang berdampak pada penurunan permintaan dan pendapatan selama Oktober hingga Maret. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan menerapkan algoritma Tabu Search dan Campbell Dudek Smith (CDS) untuk meminimalkan makespan dan meningkatkan efisiensi produksi. Konveksi X menggunakan empat mesin utama: pemotong kain, sablon/bordir, jahit, dan setrika uap. Nilai makespan awal dengan metode First Come First Serve (FCFS) adalah 17 hari menggunakan urutan job ABCD. Algoritma Tabu Search diterapkan dengan metode pertukaran urutan (swap job) dan penyusunan tabu list. Sementara itu, CDS menggunakan pendekatan Johnson Rule dari hasil perbandingan waktu proses tiga iterasi. Hasilnya, kedua algoritma menghasilkan makespan lebih pendek, yaitu 16 hari dengan urutan job ABDC. Kedua algoritma ini menghasilkan nilai Efficiency Index 1,06 dan Relative Error sebesar 6,3%. Penurunan satu hari ini mencerminkan peningkatan efisiensi karena struktur produksi yang stabil dan proses yang merata. Dengan demikian, Tabu Search dan CDS direkomendasikan sebagai metode penjadwalan alternatif yang lebih efisien dibanding FCFS, terutama pada sistem flow shop.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biographies

Rizky Maulidan, Universitas Widyatama

Program Studi Teknik Industri

Fakultas Teknik

Universitas Widyatama

Asep Anwar, Universitas Widyatama

Program Studi Teknik Industri

Fakultas Teknik

Universitas Widyatama

References

[1] P. Chopra, S., & Meindl, Supply Chain Management: Strategy, Planning, and Operation, 6th ed. Pearson, 2016.

[2] J. Heizer, B. Render, and C. Munson, Operations Management, 13th ed. Pearson, 2020.

[3] M. H. N. Falih, “Implementasi Algoritma Tabu Search dalam Penjadwalan Produksi PT. Arkha Jayanti Persada untuk Meminimasi Nilai Makespan,” Sci. J. Ind. Eng., vol. 2, no. 2, pp. 41–46, 2021, doi: 10.30998/.v2i2.4170.

[4] R. Simarmata and A. M. Said, “Penerapan Metode Algoritma Tabu Search Pada Penjadwalan Mesin,” Energy Eng., vol. 6, no. 1, pp. 990–999, 2023, doi: 10.32734/ee.v6i1.1914.

[5] H. Shofiyyah and A. Jaminson, “Penerapan Metode Algoritma Taboo Search pada Penjadwalan Flow Shop untuk meminimalkan Makespan (Studi kasus PT. XYZ),” Talent. Conf. Ser. Energy Eng., vol. 6, no. 1, pp. 971–976, 2023, doi: 10.32734/ee.v6i1.1912.

[6] S. D. Annisya and J. A. Saifudin, “ANALISIS PENJADWALAN PRODUKSI BATU TAHAN API DENGAN MENGGUNAKAN METODE CAMPBELL DUDEK SMITH (CDS), NAWAZ ENSCORE HAM (NEH), DAN PALMER UNTUK MENGURANGI MAKESPAN DI PT. X,” vol. 1, no. 3, pp. 165–176, 2020.

[7] C. Mashuri, A. Heru Mujianto, and H. Sucipto, “Analisis Perbandingan Metode Campbell Dudek Smith (CDS) dan GUPTA untuk Optimasi Penjadwalan Produksi,” Gener. J., vol. 5, no. 1, pp. 1–10, 2021, doi: 10.29407/gj.v5i1.13954.

[8] D. A. Viliandini and E. Yuliawati, “Penjadwalan Produksi dengan Metode Camphbell Dudek Smith (CDS) untuk Meminimumkan Total Waktu Produksi (Makespan),” Pros. SENIATI, vol. 6, no. 1, pp. 123–128, Jul. 2022, doi: 10.36040/seniati.v6i1.4915.

[9] Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: CV. Alfabeta, 2017.

[10] G. Rosnani, Penjadwalan Mesin, Edisi Pert. Yogyakarta: Graha Ilmu, 2009.

[11] S. M. Johnson, “Optimal Two-Stage Production Schedules with Setup Times Included,” Nav. Res. Logist. Q., vol. 1, no. 1, pp. 61–68, 1954.

Downloads

Published

2025-12-01

Issue

Section

Articles