Optimalisasi Pemberdayaan UMKM melalui Program PNM ULaMM: Analisis Strategis Berbasis 7S Mckinsey dan Pestel
DOI:
https://doi.org/10.26905/jiv.v7i2.15894Keywords:
7S McKinsey, PESTEL, Inklusi KeuanganAbstract
The Micro Capital Service Unit (ULaMM) program from PT Permodalan Nasional Madani (PNM) is a key initiative in empowering micro and small enterprises (MSEs) in Indonesia. This study analyzes the strategic position of ULaMM using the McKinsey 7S framework for internal factors and PESTEL for external factors. The Internal Factors Analysis Summary (IFAS) analysis shows dominant strengths, especially in the empowerment strategy through collateral-free financing, a reach of 626 service units, and synergy with the Ultra Micro Holding, although limited digitalization is a major weakness. The External Factors Analysis Summary (EFAS) analysis reveals significant opportunities from government policy support and the development of digital technology, but threats such as fintech competition and low financial literacy in the 3T region remain challenging. The integration of the results shows that internal strengths can be utilized to capture external opportunities, with recommendations to accelerate digitalization, improve financial literacy training, and develop environmentally friendly products. This study concludes that ULaMM has great potential to drive financial inclusion, but requires adaptive strategies to overcome internal constraints and external threats to maximize the impact of MSE empowerment in Indonesia.
Program Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM) dari PT Permodalan Nasional Madani (PNM) merupakan inisiatif kunci dalam pemberdayaan usaha mikro dan kecil (UMK) di Indonesia. Penelitian ini menganalisis posisi strategis ULaMM menggunakan kerangka 7S McKinsey untuk faktor internal dan PESTEL untuk faktor eksternal. Analisis Internal Factors Analysis Summary (IFAS) menunjukkan kekuatan dominan, terutama pada strategi pemberdayaan melalui pembiayaan tanpa agunan, jangkauan 626 unit layanan, dan sinergi dengan Holding Ultra Mikro, meskipun keterbatasan digitalisasi menjadi kelemahan utama. Analisis External Factors Analysis Summary (EFAS) mengungkap peluang signifikan dari dukungan kebijakan pemerintah dan perkembangan teknologi digital, namun ancaman seperti persaingan fintech dan rendahnya literasi keuangan di wilayah 3T tetap menantang. Integrasi hasil menunjukkan bahwa kekuatan internal dapat dimanfaatkan untuk menangkap peluang eksternal, dengan rekomendasi untuk mempercepat digitalisasi, meningkatkan pelatihan literasi keuangan, dan mengembangkan produk ramah lingkungan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ULaMM memiliki potensi besar untuk mendorong inklusi keuangan, namun memerlukan strategi adaptif untuk mengatasi kendala internal dan ancaman eksternal guna memaksimalkan dampak pemberdayaan UMK di Indonesia.
Downloads
References
[1] D. Wahyudi, S. Rahmawati, and R. S. R. Putri, “Pemberdayaan Usaha Mikro Kecil Dan Menengah Bandeng Presto Di Era Pandemi Kecamatan Kanigaran Kota Probolinggo,” INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian, vol. 5, no. 1, 2021, doi: 10.36841/integritas.v5i1.897.
[2] A. K. Sari and M. Sulhan, “Pemanfaatan media sosial sebagai media promosi, branding pada produk UMKM olahan pisang dan olahan susu,” Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M), vol. 4, no. 4, 2024, doi: 10.33474/jp2m.v4i4.21185.
[3] A. Mardiyono, “Pengaruh Faktor Lingkungan Bisnis Eksternal dan Faktor Manajerial Terhadap Perencanaan Strategik Untuk Meningkatkan Kinerja Perusahaan,” Jurnal Ilmiah, vol. 15, no. 1, 2016.
[4] W. S. Lestari Nasution and P. Nusa, “Optimalisasi Peran Digital Di Era Pandemi Covid 19 Dalam Menguatkan UMKM,” TRIDHARMADIMAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jayakarta, vol. 2, no. 2, 2022, doi: 10.52362/tridharmadimas.v2i2.832.
[5] L. Rizkinaswara, “Akselerasi Transformasi Digital dalam Roadmap Digital Indonesia 2021-2024,” 2021.
[6] D. A. S. Bhegawati and N. N. A. Novarini, “Percepatan inklusi keuangan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, lebih terinklusif, dan merata di era presidensi G20,” Jurnal Akuntansi, Manajemen, Bisnis Dan Teknologi, vol. 3, no. 1, pp. 14–31, 2023.
[7] PT PNM, “Laporan Tahunan PNM 2024,” 2024.
[8] A. Simatupang and D. H. Putra, “Program Pembiayaan Lembaga Keuangan Mikro Berdampak Pada Perkembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah,” Jurnal Administrasi Kantor, vol. 7, no. 2, pp. 187–200, 2019.
[9] Bank Indonesia, “Laporan Kebijakan Inklusi Keuangan Nasional 2023,” 2023.
[10] G. N. D. P. Pramesti, “Peran Digitalisasi dalam Mendorong Inklusi Keuangan dan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat di Era Pasca-Pandemi,” Hawalah: Kajian Ilmu Ekonomi Syariah, vol. 2, no. 2, pp. 78–89, 2023.
[11] A. N. Aini, E. N. Safitri, G. Majalina, M. Z. Abidin, and N. Khoiriawati, “Analisis peluang dan tantangan teknologi terhadap pemberdayaan umkm di indonesia,” SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah, vol. 3, no. 5, pp. 2564–2571, 2024.
[12] F. F. Maimuna, N. A. F. Roroa, M. Misrah, O. Oktavianty, and A. Agit, “Transformasi Digital dalam Kewirausahaan: Analisis Faktor Penghambat dan Pendorong Perkembangan Ekonomi Digital,” in Prosiding Seminar NasIonal Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan Dan Riset Ilmu Sosial, 2024, pp. 187–198.
[13] S. I. Isnawati, S. Suharnomo, and A. Yuniawan, “Menginvestigasi Keefektifan Perubahan Di Perguruan Tinggi Menggunakan Analisis 7s Mckinsey:(Studi Kasus Pada Universitas Ngudi Waluyo, Ungaran),” Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi (JEMA) Universitas Ngudi Waluyo, vol. 1, no. 2, pp. 17–22, 2020.
[14] R. H. Waterman, T. J. Peters, and J. R. Phillips, “Structure is not organization,” Bus Horiz, vol. 23, no. 3, 1980, doi: 10.1016/0007-6813(80)90027-0.
[15] R. S. Kaplan, “How the balanced scorecard complements the McKinsey 7-S model,” Strategy and Leadership, vol. 33, no. 3, 2005, doi: 10.1108/10878570510594442.
[16] A. Savkin, “7-S Framework – Get a Big Picture of a Problem and Have Insights to Achieve Desired Results,” Business Scorecard, 2015.
[17] G. Johnson, R. Whittington, K. Scholes, D. Angwin, and P. Regner, Exploring Strategy text and Cases Eleventh Edition, vol. 159, no. 3. 2017.
[18] I. M. Matovic, “PESTEL Analysis of External Environment as a Success Factor of Startup Business,” Consciens Conference on Science and Society, no. Walsh, 2020.
[19] A. Bairizki et al., Manajemen perubahan. Penerbit Widina, 2021.
[20] T. T. H. Tambunan, UMKM di Indonesia: perkembangan, kendala, dan tantangan. Prenada Media, 2021.
[21] R. Chambers, Whose reality counts? Putting the first last. 1997.
[22] A. Demirguc-Kunt, L. Klapper, D. Singer, S. Ansar, and J. Hess, The Global Findex Database 2017: Measuring Financial Inclusion and the Fintech Revolution. 2018. doi: 10.1596/978-1-4648-1259-0.
[23] R. , & S. D. Sari, “Dampak Program PNM ULaMM terhadap Peningkatan Omset UMKM di Jawa Tengah,” Jurnal Manajemen Usaha Mikro, vol. 15, no. 3, pp. 112–125, 2023.
[24] A. Pratama and B. Nugroho, “Tantangan Pemberdayaan UMKM di Wilayah 3T: Studi Kasus Program PNM,” Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia, vol. 28, no. 2, pp. 45–60, 2023.
[25] F. Wulandari, R. Setiawan, and Y. Pratama, “Digitalisasi UMKM: Tantangan dan Peluang di Era Fintech,” Jurnal Teknologi dan Bisnis Digital, vol. 10, no. 1, pp. 78–92, 2024.
[26] T. L. Wheelen and D. J. Hunger, “Strategic Management and Business Policy Toward Global Sustainability Thirteenth Edition,” Strategic Management and Business Policy Toward Global Sustainability, 2012.
[27] I. Hermawan and M. Pd, Metodologi penelitian pendidikan (kualitatif, kuantitatif dan mixed method). Hidayatul Quran, 2019.
[28] M. B. Miles, “Qualitative data analysis: An expanded sourcebook,” Thousand Oaks, 1994.
[29] F. R. David and F. R. David, Strategic management: concepts and cases: A competitive advantage approach. Pearson, 2017.
[30] R. D. Safitri, “Peran Financial Technology dalam Meningkatkan Pengelolaan Keuangan UMKM,” Ilmu Ekonomi Manajemen dan Akuntansi, vol. 5, no. 2, pp. 428–437, 2024.
[31] G. Santoso, M. Rizal, H. Wiyana, and S. N. Subagja, “Digitalisasi UMKM: Strategi Dan Model Bisnis Berbasis Teknologi Untuk Keberlanjutan,” JUBISDIGI: Jurnal Bisnis Digital, vol. 1, no. 1, pp. 21–30, 2025.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
(1)Â Copyright of the published articles will be transferred to the journal as the publisher of the manuscripts. Therefore, the author confirms that the copyright has been managed by the journal.
(2) Publisher of Journal of Industrial View is Department of Industrial Engineering University of Merdeka Malang.
(3) The copyright follows Creative Commons Attribution–ShareAlike License (CC BY SA): This license allows to Share — copy and redistribute the material in any medium or format, Adapt — remix, transform, and build upon the material, for any purpose, even commercially.

