Analisis Penerapan Collaborative Planning, Forecasting, and Replenishment (CPFR) dan Failure Mode and Effects Analysis (FMEA) untuk Meminimalkan Stockout Sembako Multi-Item pada UD. Shin Yang

Authors

  • Theodora Chyntia Alssya Milano Institut Teknologi Nasional Malang
  • Ellysa Nursanti Institut Teknologi Nasional Malang
  • Sony Haryanto Institut Teknologi Nasional Malang

DOI:

https://doi.org/10.26905/jiv.v8i1.16677

Keywords:

CPFR, FMEA, Inventory Control, demand forecasting, Stockout

Abstract

Stockout problems frequently occur in staple food distribution systems due to mismatches between order quantities and actual demand, particularly for products with fluctuating demand patterns. UD. Shin Yang, a multi-item staple food distributor, experiences this condition as a result of weak information coordination, low forecasting accuracy, and uncertainty in the replenishment process. This study aims to analyze the implementation of Collaborative Planning, Forecasting, and Replenishment (CPFR) in inventory control and to identify and prioritize potential process failures using the Failure Mode and Effects Analysis (FMEA) method. The research objects consist of three main staple food products, namely rice, cooking oil, and egg noodles, using historical demand and order data from February to July 2025. Demand forecasting was conducted using the Single Exponential Smoothing (SES) and Weighted Moving Average (WMA) methods, with the best method selected based on forecasting error values. The results show that SES produces lower MAPE values compared to WMA for all products. The implementation of CPFR significantly reduces stockout levels by 89.7% for rice, 56.7% for cooking oil, and 81.2% for egg noodles. FMEA analysis indicates that delayed demand communication, reliance on intuition-based forecasting, and supplier delivery discrepancies are the main risks that require priority improvement. The integration of CPFR and FMEA is effective in improving inventory planning accuracy and minimizing stockout risks at UD. Shin Yang.

Abstrak

Permasalahan stockout sering terjadi pada sistem distribusi sembako akibat ketidaksesuaian antara jumlah pemesanan dan permintaan aktual, terutama pada produk dengan pola permintaan yang fluktuatif. UD. Shin Yang sebagai distributor sembako multi-item menghadapi kondisi tersebut akibat lemahnya koordinasi informasi, rendahnya akurasi peramalan, serta ketidakpastian dalam proses pengisian ulang persediaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan metode Collaborative Planning, Forecasting, and Replenishment (CPFR) dalam pengendalian persediaan serta mengidentifikasi dan memprioritaskan potensi kegagalan proses menggunakan metode Failure Mode and Effects Analysis (FMEA). Objek penelitian meliputi tiga produk sembako utama, yaitu beras, minyak goreng, dan mie telur, dengan data historis permintaan dan pemesanan selama periode Februari–Juli 2025. Peramalan permintaan dilakukan menggunakan metode Single Exponential Smoothing (SES) dan Weighted Moving Average (WMA), dengan pemilihan metode terbaik berdasarkan nilai kesalahan peramalan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode SES menghasilkan nilai MAPE yang lebih kecil dibandingkan WMA untuk seluruh produk. Penerapan CPFR mampu menurunkan tingkat stockout secara signifikan, yaitu sebesar 89,7% pada beras, 56,7% pada minyak goreng, dan 81,2% pada mie telur. Analisis FMEA menunjukkan bahwa keterlambatan komunikasi permintaan, ketergantungan pada intuisi dalam peramalan, serta ketidaksesuaian pengiriman dari supplier merupakan risiko utama yang perlu diprioritaskan. Integrasi CPFR dan FMEA terbukti efektif dalam meningkatkan akurasi perencanaan persediaan dan meminimalkan risiko stockout pada UD. Shin Yang.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biographies

Theodora Chyntia Alssya Milano, Institut Teknologi Nasional Malang

Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Nasional Malang

Ellysa Nursanti, Institut Teknologi Nasional Malang

Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Nasional Malang

Sony Haryanto, Institut Teknologi Nasional Malang

Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Nasional Malang

References

[1] R. Tia and F. Ahmad, “Manajemen persediaan dan pengaruhnya terhadap kinerja distribusi,” J. Ekon. dan Bisnis, 2023.

[2] D. Kuniarti and N. Siti, “Analisis dampak stockout terhadap tingkat pelayanan distribusi,” J. Manaj. Operasi, 2025.

[3] R. Budiningtyas, “Penerapan CPFR untuk meningkatkan akurasi peramalan dan pengendalian persediaan,” J. Tek. Ind., 2024.

[4] M. Qadafi, H. Prasetyo, and A. Lestari, “Pengaruh collaborative planning terhadap kinerja rantai pasok,” J. Sist. Ind., 2022.

[5] R. Hemant, S. Rajagopal, and Y. Daultani, “Collaborative planning and forecasting in supply chain management,” Int. J. Supply Chain Manag., 2022.

[6] A. Anna, R. Putri, and D. Lestari, “Implementasi collaborative planning, forecasting, and replenishment (CPFR) pada rantai pasok,” J. Logistik dan Supply Chain, 2023.

[7] R. Hidayat, Manajemen rantai pasok. jakarta: Erlangga, 2015.

[8] B. Rahayu, “Analisis persediaan berbasis CPFR dan safety stock,” J. Tek. dan Manaj. Ind., 2024.

[9] R. Sandi and P. Eky, “Metode peramalan time series dalam pengambilan keputusan persediaan,” J. Stat. Terap., 2024.

[10] Alfonsus, “Peramalan permintaan menggunakan metode single exponential smoothing,” J. Manaj. dan Tek. Ind., 2022.

[11] A. Hanssen and I. W. Sukania, Manajemen persediaan dan safety stock dalam sistem logistik. Yogyakarta: Penerbit Andi, 2021.

[12] A. Gustito, R. Pratama, and S. Wijaya, “Analisis risiko operasional menggunakan metode failure mode and effects analysis (FMEA),” J. Rekayasa Ind., 2024.

[13] R. Rahayu, B. Santoso, and A. Nugroho, “Penilaian risiko operasional menggunakan FMEA pada gudang distribusi,” J. Manaj. Risiko Ind., 2025.

Downloads

Published

2026-06-10

Issue

Section

Articles