Urgensi Kerjasama Intelejen dan Penindakan Kemigrasian serta Intelejen Keamanan Polri dalam Menghadapi Terorisme dan Tindak Pidana Perdagangan Orang

Authors

  • Pramula Mahrus Razzan Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan
  • Radifan Syarofi Listikoaji Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan
  • Zacki Ahta Sajjana Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan

Keywords:

Intelligence, Inteldakim, Intelkam Polri, Terrorism, Human Trafficking

Abstract

Terrorism and human trafficking in Indonesia have increasingly developed along with technological advancement, digitalization, and rising cross-border mobility. Both forms of crime are transnational, organized, and exploit gaps in inter-agency coordination, creating serious challenges for national security systems. This condition indicates that countermeasures cannot rely solely on repressive approaches, but also need to be strengthened through preventive, intelligence-based, and integrated strategies. This study aims to analyze the urgency of cooperation between the Directorate of Immigration Intelligence and Enforcement (Inteldakim) and the Police Security Intelligence Agency (Intelkam Polri) in addressing terrorism and human trafficking threats in Indonesia. The research employs a qualitative method with a normative juridical approach through library research of relevant literature, scientific journals, and legal regulations. The findings show that synergy between Inteldakim and Intelkam Polri plays an important role in strengthening early detection systems, improving the effectiveness of information sharing, and supporting faster and more accurate prevention efforts. This study also emphasizes the importance of establishing an integrated digital-based intelligence database system and real-time inter-agency data exchange mechanisms as concrete forms of strengthening national intelligence synergy. In addition, technical regulations governing operational coordination among institutions are needed to ensure a more integrated and effective response to security threats. Therefore, the integration of cooperation between both institutions becomes a strategic necessity in maintaining national security and stability amid evolving global threats.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Alfian, A. (2016). Upaya Perlindungan Hukum Terhadap Korban Tindak Pidana Perdagangan Orang. Fiat Justisia Jurnal Ilmu Hukum, 9(3). https://doi.org/10.25041/fiatjustisia.v9no3.603

Ambarita, F. P. (2018). Penanggulangan tindak pidana terorisme. Binamulia Hukum, 7(2), 141–156. https://doi.org/10.37893/jbh.v7i2.29

Arifin, S. (2020). Perlindungan hukum terhadap anak dalam tindak pidana terorisme. Jurnal Panorama Hukum, 5(1), 49–62. https://doi.org/10.21067/jph.v5i1.4317

Fadilla, N. (2016). Upaya Perlindungan Hukum Terhadap Anak Sebagai Korban Tindak Pidana Perdagangan Orang. JURNAL HUKUM DAN PERADILAN, 5(2), 181. https://doi.org/10.25216/jhp.5.2.2016.181-194

Firmansyah, R. (2019). Rehabilitasi dan Deradikalisasi Terhadap Anak Pelaku Tindak Pidana Terorisme. Jurist-Diction, 2(2), 669. https://doi.org/10.20473/jd.v2i2.14258

Komariah, M. (2017). Kajian Tindak Pidana Terorisme Dalam Persfektif Hukum Pidana Internasional. Jurnal Ilmiah Galuh Justisi, 5(1), 97. https://doi.org/10.25157/jigj.v5i1.281

Koto, I. (2021). Perlindungan hukum terhadap korban tindak pidana terorisme. Prosiding Seminar Nasional Kewirausahaan, 2(1), 1052–1059. https://doi.org/10.30596/snk.v2i1.8438

Mawati, E., Sulistiani, L., & Takariawan, A. (2020). Kebijakan hukum pidana mengenai rehabilitasi psikososial korban tindak pidana terorisme dalam sistem peradilan pidana. JURNAL BELO, 5(2), 34–56. https://doi.org/10.30598/belovol5issue2page34-56

Muhtadi, A. F. (2021). Prostitusi online sebagai tindak pidana perdagangan orang. Jurist-Diction, 4(6), 2125. https://doi.org/10.20473/jd.v4i6.31838

Nugroho, B., & Roesli, M. (2017). Analisa Hukum Tindak Pidana Perdagangan Orang (Human Trafficking). Jurnal Bina Mulia Hukum, 2(1), 106–114. http://jurnal.fh.unpad.ac.id/index.php/jbmh/article/download/100/52

Nugroho, O. C. (2018). Tanggung Jawab Negara dalam Penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang. Jurnal Penelitian Hukum De Jure, 18(4), 543–560. https://doi.org/10.30641/dejure.2018.v18.543-560

Purwanegara, D. S. (2020). Penyidikan Tindak Pidana Perdagangan Orang melalui media sosial. Jurnal Sosiologi Dialektika, 15(2), 118. https://doi.org/10.20473/jsd.v15i2.2020.118-127

Safri, H. D., Saptomo, P., & Wulandari, R. (2024). Peran Direktorat Intelijen dan Keamanan Kepolisian Daerah Kalimantan Barat dalam melakukan deteksi dini ancaman gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat. Nestor: Tanjungpura Journal of Law, 3(1), 20–41. https://doi.org/10.2648/nestor.v3i1.87918

Sirait, S., & Abdillah, J. (2025). Peran intelijen keamanan dalam pencegahan dan penanggulangan tindak pidana terorisme. Jurnal USM Law Review, 8(2), 115–138. https://doi.org/10.26623/julr.v8i2.11952

Utami, P. N. (2019). Penanganan Kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang oleh Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur. Jurnal HAM, 10(2), 195. https://doi.org/10.30641/ham.2019.10.195-216

Vitasari, S. D., Sukananda, S., & Wijaya, S. (2020). Pelaksanaan pemberian restitusi terhadap korban tindak pidana perdagangan orang. DIVERSI Jurnal Hukum, 6(1), 92. https://doi.org/10.32503/diversi.v6i1.998

Wulandari, C., & Wicaksono, S. S. (2014). Tindak Pidana Perdagangan Orang (Human Trafficking) Khususnya Terhadap Perempuan dan Anak : Suatu Permasalahan Dan Penanganannya Di Kota Semarang. Yustisia Jurnal Hukum, 90(3), 15–26. https://doi.org/10.20961/yustisia.v3i3.29272

Downloads

Published

2026-06-10

How to Cite

Pramula Mahrus Razzan, Radifan Syarofi Listikoaji, & Zacki Ahta Sajjana. (2026). Urgensi Kerjasama Intelejen dan Penindakan Kemigrasian serta Intelejen Keamanan Polri dalam Menghadapi Terorisme dan Tindak Pidana Perdagangan Orang . Bhirawa Law Journal, 7(1), 94–104. Retrieved from https://jurnal.unmer.ac.id/index.php/blj/article/view/17043

Issue

Section

Articles