Visual Quality of the Paroki Hati Kudus Yesus Church in the Historical Kayutangan Area of Malang
Visual Quality of the Paroki Hati Kudus Yesus Church in the Historical Kayutangan Area of Malang
Keywords:
visual quality, visibility, heritage building, Kayutangan Church, historic areaAbstract
Gereja Paroki Hati Kudus Yesus atau Gereja Kayutangan adalah salah satu gereja bersejarah yang terletak di Jalan Kayutangan, Kota Malang, Jawa Timur. Gereja Kayutangan merupakan salah satu landmark Kota Malang yang dibangun pada tahun 1930-an, dengan arsitektur Art Deco yang menggabungkan elemen-elemen Eropa dengan karakteristik lokal. Selain berfungsi sebagai tempat ibadah, Gereja Kayutangan juga merupakan situs warisan budaya yang menarik perhatian baik warga lokal maupun wisatawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kualitas visual Gereja Kayutangan. Metode yang digunakan adalah analisis kualitatif dengan pendekatan analisis deskriptif. Langkah-langkah yang dilakukan meliputi observasi lapangan dan analisis urutan foto di sepanjang jalur pejalan kaki. Urutan foto diidentifikasi dan digambar ulang menggunakan CAD, kemudian diproses dan dianalisis menggunakan Excel untuk memperoleh persentase keterlihatan. Hasil penelitian menunjukkan nilai keterlihatan dari jalur pejalan kaki. Dari jalur pejalan kaki, faktor-faktor yang menghalangi pandangan pejalan kaki dapat diidentifikasi, yang berdampak signifikan pada kualitas visual Gereja Kayutangan. Masalah-masalah ini dapat diatasi dengan mengatur penempatan papan reklame dan memangkas cabang-cabang pohon, yang dapat dilakukan oleh pihak berwenang.
Paroki Hati Kudus Yesus Church or Kayutangan Church, is one of the historic churches located on Kayutangan Street in Malang City, East Java. Kayutangan Church is a landmark of Malang City, built in the 1930s, and features Art Deco architecture that combines European elements with local characteristics. In addition to serving as a place of worship, Kayutangan Church is also a cultural heritage site that attracts both locals and tourists. This study aims to identify the visual quality of Kayutangan Church. The method used is qualitative analysis with a descriptive analytical approach. The steps taken include field observations and photo sequence analysis along the pedestrian path. The photo sequences are identified and redrawn using CAD, then processed and analyzed using Excel to obtain visibility percentages. The results show the visibility value from the pedestrian path. From the pedestrian path, factors that obstruct the pedestrian’s view can be identified, which have a significant impact on the visual quality of Kayutangan Church. These issues can be addressed by regulating the placement of billboards and pruning tree branches, which can be done by the relevant authorities.
Downloads
References
Agmitya, S., Surjono, S., & Siregar, J. P. (2024). PENATAAN FASAD KORIDOR KOMERSIAL BERDASARKAN KUALITAS VISUAL (STUDI KASUS: JALAN JENDERAL SUDIRMAN KABUPATEN PACITAN). Planning for Urban Region and Environment Journal (PURE), 13(1), 213–224.
Agustin, O. D., Simangunsong, N. I., & Hakim, R. (2021). Penilaian Kualitas Estetika Visual Lanskap pada Koridor Jalan Raya Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Jurnal Lanskap Indonesia, 13(2), 33–37.
Alyatalatthaf, M. D. M. (2023). Workshop Teknik Fotografi “EDFAT” untuk Siswa-siswi SMAS Galatia Bekasi. ABDIMAS Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(2), 105–112.
Bahar, F., Santosa, H., & Ernawati, J. (2022). Visual Quality of the Facade of Cultural Heritage Buildings in the Historic Area of Jalan Semeru Malang City. Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal), 5(2).
Booth, N. K. (1983). Basic Elements of Landscape Architectural Design. Elsevier. https://books.google.co.id/books?id=mBOKjbvycxcC
Catanese, A. J., & Snyder, J. C. (1979). Introduction to Urban Planning. McGraw-Hill.
Darmawan, A. A. M., & Umilia, E. (2024). Faktor-Faktor yang Memengaruhi Identitas Tempat Kampung Kayutangan sebagai Kawasan Wisata Budaya di Kota Malang. Jurnal Teknik ITS, 13(3), C206–C213.
Fauziah, N. (2017). Keberlanjutan Arsitektur Kolonial Bangunan Gereja Di Malang Sebagai Pembentuk Landmark Kawasan. Prosiding SENATEK 2015, 1(B), 923–930.
Huda, I. S., & Pramitasari, D. (2022). KARAKTER VISUAL FASAD BANGUNAN KORIDOR JALAN DR. RAJIMAN LAWEYAN, SURAKARTA. Journal of Architectural Design and Development (JAD), 3(2), 118–132.
Indrakusuma, F. Y. W., & Dewanto, F. (1992). Gereja Hati Kudus Yesus Awali dan Pendirinya. Paroki Hati Kudus Yesus Malang.
Junianingrum, D., Wijaya, I. N. S., & Setyono, D. A. (2021). Kualitas Visual Elemen Citra Kawasan Kayutangan di Kota Malang. Planning for Urban Region and Environment Journal (PURE), 10(4), 169–180.
Nugroho, R., Ernawati, J., & Triwinarto, J. (2021). Kualitas Visual Fasad Bangunan Bersejarah Jalan Hassanudin Kota Batu. RUAS (Review of Urbanism and Architectural Studies), 19(1), 68–79.
Nurin, S. L. A., Nabilah, R., & Vidyana, C. (2024). PENILAIAN KUALITAS VISUAL DI MEDIAN JALAN ZAINAL ABIDIN PAGAR ALAM, KOTA BANDAR LAMPUNG.
Nurmiah, & Eran, M. (2022). Analisa Elemen Fisik Pembentuk Karakter Visual Kawasan Perkampungan Nelayan Lette Makassar. LOSARI: Jurnal Arsitektur Kota Dan Pemukiman, 152–162.
Porteous, J. (2013). Environmental Aesthetics: Ideas, Politics and Planning. Environmental Aesthetics: Ideas, Politics and Planning, 1–291. https://doi.org/10.4324/9780203437322
Ramadhanti, G. I., Sari, K. E., & Parlindungan, J. (2022). Arahan Penataan Visual Bangunan di Jalan Panggung Surabaya. Planning for Urban Region and Environment Journal (PURE), 11(1), 113–120.
Rizaldi, T. L. N., Hariyani, S., & Wardhani, D. K. (2010). Pelestarian lingkungan dan bangunan kuno bersejarah kawasan Kayutangan kota Malang. Arsitektur E-Journal, 3(2), 120–136.
Setiawan, A., & Malik, S. M. (2022). IDENTIFIKASI KUALITAS VISUAL REKLAME DI KORIDOR KAWASAN PERDAGANGAN DAN JASA KOTA PALU. RUANG: JURNAL ARSITEKTUR, 16(1 Maret), 11–23.
Syahputri, R. R., Rukmi, W. I., & Parlindungan, J. (2023). PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP KUALITAS VISUAL KORIDOR JALAN PANGGUNG KOTA SURABAYA. Planning for Urban Region and Environment Journal (PURE), 12(2), 237–246.
Tonapa, Y. N., Rondonuwu, D. M., & Tungka, A. E. (2015). Kajian konservasi bangunan kuno dan kawasan bersejarah di pusat Kota Lama Manado. Spasial, 2(3), 121–130.
Van Schaik, A., & van Diessen, J. R. (1996). Malang: Beeld van een stad. Asia Maior.
Zuhri, S., Ghozali, I., & Saifuddin, J. A. (2022). Sosialisasi Desain Visual Tata Bangunan Berbasis Budaya Lokal di Desa Tlogopatut Gresik. Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 6(5), 1334–1341.
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Local Wisdom Jurnal Ilmiah Kajian Kearifan Lokal

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.






