BIMBINGAN TEKNIS DESAIN DAPUR PEMANAS MODEL TERTUTUP DAN CEROBONG GANDA PADA MANAJEMEN BISNIS UKM PANDAI BESI WILAYAH DISPERINDAG KABUPATEN MALANG

Djoko Andrijono, Sufiyanto .

Abstract


Uji coba dapur pemanas terbuka dengan ukuran panjang 1100 mm, lebar 900 mm,  tinggi 700 mm dan dinding terbuat dari bahan bata tahan api dan bata merah mampu menghasilkan temperatur panas 9250 C dibanding dengan dapur pemanas tertutup hanya mampu menghasilkan temperatur panas 7200C.  Hasil uji kekerasan setelah logam ditempa panas dan dilanjutkan proses pendinginan oli, angka kekerasan tertinggi pada pendinginan oli SAE 40 sebesar 88 HRB dan angka kekerasan terendah pada pendinginan oli SAE 140 sebesar 85 HRB. Angka kekerasan semakin menurun disebabkan viskositas oli semakin kental, akibatnya laju pendinginan semakin lambat dan besar butirnya semakin kasar, sehingga logam mudah ditempa panas. Pengamatan struktur mikro pada bagian permukaan logam hasil tempa panas pendinginan oli dengan pembesaran 200 x secara umum lebih dominan terbentuk fasa ferit dibanding fasa perlit dan bagian melintang logam hasil tempa panas pendinginan oli dengan pembesaran 200 x, secara umum baja karbon rendah dan baja karbon tinggi telah menyatu. Fasa ferit sifatnya ulet, kekerasannya rendah dan fasa perlit sifatnya keras tetapi getas.  Pada pendinginan oli tidak terbentuk fasa martensit yang sifatnya sangat keras dan getas, hal ini disebabkan pada saat proses pendinginan seluruh jenis oli fasa austenit tidak dapat bertransformasi menjadi fasa martensit.


Keywords


dapur pemanas tertutup, temperatur, kekerasan

References


Askeland, D. R., 1984, The Scince and Engeneering of Materials, University of Misouri-Rolla, California, USA.

Avner, S.H., 1987. Introduction to Physical Metallurgy, Singapore: Graw Hill International.

Broek, D., 1986, Elementary Engineering Fracture Mechanics, Kluwer Academic Publisher,Dordrecht, The Netherlands.

Dieter, G,E., 1981. Mechanical Metallurgy. Second Edition. Tokyo: McGraw-Hill International Book Company.

Eko Surojo, Pengaruh Manual Flame Hardening terhadap Kekerasan Hasil Tempa Baja Pegas, Jurnal Mekanika Volume 7 Nomor 2 Maret 2009. Halaman 45 – 49.

Furqon, M. 1997. Pengaruh Modifikasi pada Tungku Tradisional Pandai Besi terhadap Unjuk Kerja dan Produktivitas. Lomba Rancang Bangun Teknologi, BPPT.

Hana. U. 2013. Competitive Advantage Achievent Thorugh Innovation and Knowledge

Hosford, W, F, dan Caddel, R, M. 1983, Metal Forming Mechanics and Metalurgy, Prenticehall, Inc.

Jastrzebski, Z. D., 1980, The Nature and Properties of Engeneering Materials, Third editions, New York.

Martin, G, Delgado, M, Novas, J.E, Eruz J (2013). The Moderating Role of Innovation Culture in the Relationship Between Konwledge Assets and Product Innvation. Technological Forecasting and Social Change Journal. 2 (10) : 251 – 363.

Nouruzy, A, Dalfard, V,M, Azhdari, B, Nazari – Shirkouhi, S, Rezazadeh, A (2013). Transformational Leadership, Knowledge Management, Organizational Innovation and Organizational Innovation and Organizational Performance, The International Journal of Advanced Manufacturing Technology. 2 (4) : 5 – 8.

Polukhin, P. 1977. Metal Process Engineering. Fourth Printing. Mir Publishers: Moscow.

Smith, W.F. 1990. Principles of Materials Science and Enginnering. Second Edition. McGraw-Hill International Editions.

Sugiyono, A. 2000. Pembuatan, Pemasangan dan Pengoperasian Tungku Perlakuan Panas. Direktorat Teknologi Konversi dan Konservasi Energi Deputi Bidang Teknologi Informasi, Energi, Material dan Lingkungan, BPPT.

Surdia, T. 1995. Pengetahuan Bahan Teknik. PT. Erlangga: Jakarta.


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.