Hyperreality dan Self Disclosure Kaum Homoseksual di Twitter

Dhavy Raga Siwi, Poppy Febriana

Abstract


Dalam era new media tidak dapat dipungkiri bahwa fenomena hiperrealitas menjadi sangat marak terjadi pada masyarakat terlebih lagi pada kaum – kaum tertentu. Salah satunya adalah kaum homoseksual yang menggunakan salah satu platform media sosial Twitter sebagai media untuk mengekspresikan diri dan mendapatkan pengakuan dari masyarakat. Hal ini dikarenakan mereka tidak dapat menunjukkan identitas asli dirinya sendiri dalam realitas sosial maupun dalam akun utama media sosialnya. Maka dari itu ini menjadi menarik bagaimana mereka diri mereka sendiri atau versi lain dari diri mereka yang tidak dapat mereka tunjukkan di tempat lain. Mungkin juga terdapat beberapa alasan yang memengaruhi bagaimana mereka memilih media sosial Twitter sebagai media mereka mengekspresikan diri dan juga bagaimana masyarakat memiliki pandangan terhadap kaum homoseksual sehingga mereka tidak merasa kehidupan aslinya sebagai tempat yang aman untuk berekspresi. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi fenomenologis. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah purposive sampling. Data didapat melalui observasi, wawancara mendalam, studi pustaka, dan dokumentasi. Dalam hasil penelitian ditemukan hiperrealitas yang terjadi pada alter account adalah simulasi identitas pada Twitter dan tingkat self disclosure yang terjadi keterbukaan pengguna alter account dikarenakan rasa nyaman dan lega setelah melakukan pengungkapan diri.

Full Text:

PDF

References


Aldila Safitri, A., Rahmadhany, A., & Irwansyah, I. (2021). Penerapan Teori Penetrasi Sosial pada Media Sosial: Pengaruh Pengungkapan Jati Diri melalui TikTok terhadap Penilaian Sosial. Jurnal Teknologi Dan Sistem Informasi Bisnis, 3(1), 1–9. https://doi.org/10.47233/jteksis.v3i1.180

Baudrillard, J., Wahyunto, & Ritzer, G. (2004). Masyarakat Konsumsi. Kreasi Wacana.

Damayanti, N. L., & Hidayat, M. A. (2019). Hiperreality Of Social Media: A Phenomenology Study of Self Confession of Housewives of Facebook Users. The Journal of Society and Media, 3(2), 261. https://doi.org/10.26740/jsm.v3n2.p261-277

Devito, J. A. (2011). Komunikasi Antar manusia. Karisma Publishing Group.

Emzir. (2011). Metodologi Penelitian Kualitatif Analisis Data. PT.Raja Grafindo Persada.

Febriana, M. (2018). Hiperrealitas “Endorse” Dalam Instagram Studi Fenomenologi Tentang Dampak Media Sosial Di Kalangan Mahasiswa Universitas Sebelas Maret. Jurnal Analisa Sosiologi, 6(2). https://doi.org/10.20961/jas.v6i2.18098

Febriana, P. (2021). Audience & Communication.

Hartley, John., Burgees, Jean., Burns, A. (2013). A Companion to New Media Dynamics. Blackwell Publishing Ltd.

Hediana, D. F., & Winduwati, S. (2020). Self Disclosure Individu Queer Melalui Media Sosial Instagram (Studi Deskriptif Kualitatif pada Akun @kaimatamusic). Koneksi, 3(2), 493. https://doi.org/10.24912/kn.v3i2.6489

Hidayat, T., Pebrianto, R., Pratiwi, R. L., Gata, W., & Saputri, D. U. E. (2020). Implementasi Algoritma Klasifikasi Terhadap Tweet Pornografi Kaum Homoseksual Pada Twitter. Indonesian Journal on Software Engineering (IJSE), 6(2), 204–212. https://doi.org/10.31294/ijse.v6i2.9008

Istiani, N., & Islamy, A. (2020). Fikih Media Sosial Di Indonesia. Asy Syar’Iyyah: Jurnal Ilmu Syari’Ah Dan Perbankan Islam, 5(2), 202–225. https://doi.org/10.32923/asy.v5i2.1586

Kemp, S. (2020). DIGITAL 2020: INDONESIA. https://hootsuite-we-are-social-indonesian-digital-report-2020/

Lechte, J. (2001). 50 Filsuf Kontemporer. Penerbit kanisius.

Liu, H. (2007). Social network profiles as taste performances. Journal of Computer-Mediated Communication, 13(1), 252–275. https://doi.org/10.1111/j.1083-6101.2007.00395.x

Mahardika, R. D. (2019). Pengungkapan Diri pada Instagram Instastory. 3(March), 101–117. https://doi.org/10.25139/jsk.3i1.774

Mardiana, L., & Zi’ni, A. F. (2020). PENGUNGKAPAN DIRI PENGGUNA AKUN AUTOBASE TWITTER @ SUBTANYARL. Jurnal Audience, 03, 34–54.

Maulina, P. (2018). Warung Kopi, Masyarakat Virtual, Dan Hiperealitas (Ketika Warung Kopi Mengaburkan Batasan Realita). SOURCE : Jurnal Ilmu Komunikasi, 4(1), 26–37. https://doi.org/10.35308/source.v4i1.736

Meilinda, N. (2018). SOCIAL MEDIA ON CAMPUS: Studi Peran Media Sosial sebagai Media Penyebaran Informasi Akademik pada Mahasiswa di Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP UNSRI. The Journal of Society & Media, 2(1). https://doi.org/10.26740/jsm.v2n1.p53-64

Miller, B. (2017). YouTube as educator: A content analysis of issues, themes, and the educational value of transgender-created online videos. Social Media and Society, 3(2). https://doi.org/10.1177/2056305117716271

Moleong, L. J. (2006). Metodologi Penelitian Kualitatif. PT Remaja Rosdakarya.

Muller, J. (1985). Lacan’s mirror stage, Psychoanalytic Inquiry. In Psychoanalytic Inquiry (pp. 233-249.).

Poloma, M. M. (2007). Sosiologi Kontemporer. PT. Raja Grafindo Persada.

Pratama, A. I., & Gaol, L. (2020). Analisis Konsep Dramaturgi Dalam Akun Alter Ego Media Sosial Instagram. 03(03), 74–79.

Pudjajana, A. M., & Manongga, D. (2018). Sentimen Analisis Tweet Pornografi Kaum Homoseksual Indonesia Di Twitter Dengan Naive Bayes. Simetris: Jurnal Teknik Mesin, Elektro Dan Ilmu Komputer, 9(1), 313–318. https://doi.org/10.24176/simet.v9i1.1922

Roth, . (2021). Tech Twitter. From the Verge.

Sears, D. O., Freedman, J. L. (1985). Psikologi Sosial Edisi Kelima Jilid 1 (1st ed.). Erlangga.

Setiyaningsih, L. A., & Jatmikowati, S. H. (2019). Media Baru Dalam Komodifikasi Waktu Luang Ibu Rumah Tangga. ETTISAL: Journal of Communication, 4(1), 23–32.

Setiyaningsih, L. A. (2020). MEDIA PANICS IBU RUMAH TANGGA SETELAH MENGAKSES BERITA COVID-19 (2020). Jurnal Nomosleca, 6(2), 101–110. http://jurnal.unmer.ac.id/index.php/n/article/view/4721/2594

Setiyaningsih, L. A., Fahmi, M. H., & Molyo, P. D. (2021). Selective Exposure Media Sosial Pada Ibu dan Perilaku Anti Sosial Anak. Jurnal Komunikasi Nusantara, 3(1), 1–11. https://doi.org/10.33366/jkn.v3i1.65

Sihabudin, A., Winangsih, R. (2012). Komunikasi Antar Manusia. In Komunikasi Antar Manusia (p. 114). Pustaka Getok Tular.

Tuela, M., & Susilo, D. (2017). Hyperreality: Pemaknaan dalam Penggunaan Game Pokemon Go. Jurnal Kajian Media, 1(1), 1–15. https://doi.org/10.25139/jkm.v1i1.155

Wilujeng, P. R. (2018). CHILDREN AND ONLINE GAME (Case Study of Simulation and Hyperreality in Children Playing Point Blank Game). Berumpun Journal, 1, 25–35.




DOI: https://doi.org/10.26905/nomosleca.v8i1.7325

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



Editorial Office

Jurnal Nomosleca
Faculty of Social and Political Science University of Merdeka Malang


Information:
Image result for logo icon png
Jalan Terusan Raya Dieng No.62-64 Malang, 65146, Jawa TImur, Indonesia
Image result for icon png
Phone (0341) 580537
Image result for icon pngjurnal.nomosleca@gmail.com
Image result for icon pnghttp://jurnal.unmer.ac.id/index.php/n/
Image result for icon png
+6281333498586

Statistics:

Indexing:

width="145"width="150"

Tools:

Turnitin

crossref

oktrikGrammarly

Supported By:

Universitas Merdeka Malang Hasil gambar untuk apjiki

© 2020 {Jurnal Nomosleca}, All rights reserved. This is an open-access article distributed under the terms of the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License. Licensed under Creative Commons License a Creative Commons Attribution 4.0 International License